Ragam Hias

  Ragam hias tradisional merupakan peningalan nenek moyang dan merupakan hasil dari seni budaya bangsa yang mempunyai nilai tingi. Dalam motif-motif yang digoreskannya, mengandung makna (arti) yang dalam. Motif-motif itu biasanya berkaitan dengan pandangan hidup dari suatu daerah/suku bangsa di mana ragam hias itu di ciptakan. Oleh karena itu perlu di cari apa arti (makna) yang tersembunyi di dalamnya dan untuk apa motif-motif itu di buat. Dalam ragam hias tradisional, terkandung unsur-unsur filsafati yang tercermin dalam bentuknya yang indah dan mengandung makna simbolis, relijius, estetis dan filosofis.

  Dalam ragam hias itu biasanya mengunakan motif: fauna, flora, alam semesta, dan manusia atau gabungan dari unsur-unsur itu. Didalam unsur-unsur itu terkandung makna/ajaran bagaimana manusia itu seharusnya berbuat dan bertingkah laku yang baik agar selamat didunia dan diaherat.

  Ragam hias juga di gunakan untuk sengkalan-sengkalan (sengkalan memed), yang ada pada bagunan-bagunan kraton maupun gapura-gapura, yang berisi kapan bangunan itu di dirikan dan siapa raja yang berkuasa pada saat itu. Dalam perkembanganya ragam hias perlu dilestariakan, jangan sampai kehilangan maknanya seghinga yang tingal hanya fungsi dekoratifnya saja.

  Untuk melestarikan ragam hias tradisional tersebut, ada tantangan yang perlu diantisipasi diantaranya:
1.Sikap praktis dan efisien: dengan digunakanya mesin bubut dan alat bubut yang lain (cap) akan menghemat tenaga dan biaya sehinga yang dikerjakan secara tradisional memakan banyak ekonomi yang tingi.

2.Sikap kreatif: ragam hias tradisional memiliki ragam hias yang baku sehinga kreatif dihawatirkan akan menjadi penghambat karena akan menghilangkan nilai simboliknya.

3.Ekonomis: cenderung biaya ekonomi tingi sehinga menjadi kendala.

  Oleh karena itu ragam hias tradisional perlu dilestarikan. Di samping itu kreasi baru dari seniman juga wajib untuk di tingalkan kerena keduanya merupakan dua hal yang saling melengkapi dan akan berguna untuk melestarikan seni budaya bangsa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar